Tiga Ogoh-ogoh yang dibuat oleh warga Banjar Amertasari, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, telah selesai dibuat. Selanjutnya tiga ogoh-ogoh tersebut akan diarak keliling banjar pada malam Hari Raya Nyepi dan diikuti oleh sekitar 500 umat
BANYUWANGI – Tiga Ogoh-ogoh yang dibuat oleh warga Banjar Amertasari, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, telah selesai dibuat. Selanjutnya tiga ogoh-ogoh tersebut akan diarak keliling banjar pada malam Hari Raya Nyepi dan diikuti oleh sekitar 500 umat Hindu dari banjar tersebut.
"Kami mengerjakanya dengan gotong royong. Kurang lebih 4 bulan lamanya dan memakan biaya sekitar Rp 14 juta," ungkap Ketua Adat Banjar Amertasari, Gusti Lanang Nyoman Astiki, Senin (4/3/2019).

Ketua adat juga menyampaikan, tahapan membuat ogoh-ogoh sendiri terbagi menjadi beberapa bagian. Mulai dari penyeketan gambar, pembentukan model hingga proses pengecatan semua dilakukan secara seksama.
"Setelah selesai, ogoh-ogoh akan dibawa ke Pura banjar. Dan sebelum diarak keliling banjar, terlebih dahulu melakukan persembayangan terhadap ogoh-ogoh tersebut," paparnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari sebuah tradisi yang dilakukan oleh umat Hindu sebelum hari Raya Nyepi. Setelah diarak pada malam Hari Raya Nyepi, ogoh - ogoh tersebut akan dibakar.
"Acara perayaan arak-arakan ogoh-ogoh dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi ini akan dilakukan pada 6 Maret sekitar pukul 17.30 WIB," tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.
